CILEGON, bantenpedia.id – Dalam rangka meningkatkan capaian program pencegahan dan pengendalian penyakit gangguan jiwa, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten bekerjasama dengan Dinkes Kota Cilegon menyelenggarakan kegiatan “Sosialisasi dan Skrining Deteksi Dini pada Usia Remaja tingkat SMK/SMA/MAN se Provinsi Banten.
Acara diadakan di dua tempat, masing-masing di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 3 dan Madrasah Aliyah Negeri Kota Cilegon.
Hadir dalam acara tersebut, Kepala Puskesmas Perum Jombang Kota Cilegon dr. Yanti Azis, dari persatuan psikologi klinis Adi Ariadi S.Psi M. Psi, Seksi kesehatan jiwa dan tata kelola kesehatan masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten Yanzela Putri Azis, Seksi PTML jiwa Dinkes Kota Cilegon Nanay Kurniawati dan Kepala SMAN 3 Kota Cilegon Zaiafrul Spd serta 50 siswa perwakilan dari setiap kelas.
Seksi PTML jiwa Dinkes Kota Cilegon Nanay Kurniawati mengatakan, tingkat remaja merupakan rawan stres. “Seusia mereka merupakan usia yang penuh gangguan dan pengaruh dari luar dirinya dan sangat aktif . Jadi mudah lelah,” katanya.
Sementara itu, Seksi kesehatan jiwa dan tata kelola kesehatan masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten Yanzela Putri Azis, mengatakan bahwa kegiatan tersebut di maksudkan untuk meningkatkan capaian skrining keswa usia produktif di wilayah tersebut. “Usia remaja adalah usia yang cukup berpengaruh terhadap perkembangan masa depan,” ungkapnya. Rabu, (11/9/24).
Menurut Yanzela, perkembangan fisik yang begitu cepat pada usia remaja terkadang tidak mengalami keseimbangan dengan jiwanya yang apabila tidak segera ditangani dapat berpengaruh buruk baik pada perilaku juga pada pengendalian emosi. Untuk itu perlu dilakukan skrining jiwa dan napza secara berkala.
“Pendidikan kesehatan jiwa dan napza juga bertujuan agar peserta didik mampu menghadapi tantangan hidup dan memiliki daya tangkal terhadap pengaruh buruk dari luar. WHO juga memperjelas hal tersebut dengan menyebut 4 kriteria utama seseorang dinyatakan sehat jiwa yaitu produktif mengenali potensi diri, mampu mengelola stress dengan baik dan bermanfaat bagi orang lain,” pungkasnya. (Adv)


