Banten, Bantenpedia.id – Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten (Dindikbud Banten) kunjungi tempat wisata Banten Lama yakni situs Tasikardi. Kunjungan tersebut sebagai upaya meningkatkan situs Tasikardi sebagai Cagar Budaya Peringkat Nasional.
Kepala Bidang Kebudayaan Dindikbud Banten, Dendi Hamadani mengatakan bahwa Situs Tasikardi secara administratif terletak di Desa Margasana, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang kira-kira sekitar 2 km di sebelah selatan Keraton Surosowan. Lokasinya dipinggir jalan utama atau kira-kira ± 1 km ke arah utara dari jalan Serang-Cilegon.
Secara astronomis Situs Tasikardi berada pada titik koordinat 06° 03’ 10,9” Lintang Selatan dan 106° 08’ 33,0” Bujur Timur. Batas-batas dari Situs Tasikardi di sebelah utara berbatasan dengan Jl. Tasikardi – Sindangsari.
Dan areal persawahan, sebelah selatan berbatasan dengan areal persawahan, sebelah timur berbatasan dengan areal persawahan, dan sebelah barat berbatasan dengan Jl. Tasikardi – Sindangsari dan areal persawahan.
“Situs Tasikardi adalah danau buatan yang dibangun oleh Maulana Tusuf (1570 -1580) dengan luas kira-kira 74.897 m² yang seluruh alasnya dilapisi ubin bata. Di tengah danau dibangun sebuah pulau yang disebut pulau Kaputren yang semula diperuntukkan khusus bagi ibu Maulana Tusuf untuk bertafakur mendekatkan diri kepada Allah,” je.las Dandi
“Selanjutnya pulau ini digunakan sebagai tempat rekreasi bagi keluarga kesultanan. Pada tahun 1706 Sultan Banten menerima seorang tamu Belanda yaitu Cornelis de Bruin di tempat ini. Ketika Daendels membuat jalan dari Merak ke Karangantu, danau ini tidak dirusak,” lanjutnya.
Sementara itu, Pamong Budaya Dindikbud Banten, Ina Dinaiah,SE, MM mengatakan selain dibangun untuk bertafakur dan rekreasi keluarga kesultanan, Tasikardi dibangun untuk menampung air dari Sungai Cibanten yang kemudian dialirkan untuk kebutuhan air bagi pertanian ke sawah-sawah di sekitarnya.
“Dahulu, selain digunakan sebagai kebutuhan air bagi pertanian, airnya dialirkan ke Keraton Surosowan melalui pipa-pipa terakota dan disaring di Pangindelan untuk keperluan air minum dan kebutuhan sehari-hari bagi keluarga sultan di Keraton Surosowan,” terang Ina.
Di pulau yang terletak di tengah Tasikardi, terdapat sisa struktur bekas bangunan yang terdiri atas turap, kolam, dan sisa-sisa fondasi. (ADV)


