BANDUNG, bantenpedia.id – Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, menghadiri Upacara Pengukuhan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat yang berlangsung di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Bandung, Senin (11/05).
Kegiatan tersebut berlangsung dengan khidmat dan dihadiri sejumlah pejabat penting dari Pemerintah Pusat maupun daerah. Momentum ini menjadi bagian dari penguatan koordinasi antara pemerintah daerah dan lembaga keuangan dalam menjaga stabilitas ekonomi di Jawa Barat.
Dalam upacara tersebut, Deputi Gubernur Bank Indonesia Thomas A.M. Djiwandono secara resmi melantik Junanto Herdiawan sebagai Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat.
Junanto Herdiawan menggantikan Muhamad Nur yang telah menjabat selama kurang lebih 2,5 tahun. Pergantian kepemimpinan ini diharapkan mampu melanjutkan sekaligus memperkuat berbagai program strategis Bank Indonesia di wilayah Jawa Barat.
Dalam kesempatan tersebut, Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa Bank Indonesia sebagai lembaga independen memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas rupiah dan perekonomian nasional.
Ia menegaskan bahwa penguatan kelembagaan keuangan dan pemerintahan menjadi salah satu fokus utama Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Menurutnya, pemerataan peredaran uang di tengah masyarakat juga perlu terus diperkuat demi mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe menegaskan komitmen Pemerintah Kota Bekasi dalam mendukung berbagai program strategis Bank Indonesia.
Dukungan tersebut meliputi pengendalian inflasi daerah, penguatan digitalisasi transaksi keuangan, hingga pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal yang dinilai mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Ini menjadi momentum pengukuhan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat sekaligus menjadi ajang mempererat koordinasi antara pemerintah daerah dan lembaga keuangan negara,” ujar Abdul Harris Bobihoe.
Menurutnya, sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan Bank Indonesia sangat diperlukan untuk menghadapi berbagai tantangan ekonomi, baik di tingkat regional maupun nasional.
Selain itu, kerja sama yang erat dinilai mampu mempercepat implementasi program pembangunan ekonomi yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Dengan terjalinnya koordinasi yang baik, berbagai program pembangunan ekonomi diharapkan dapat berjalan lebih optimal serta memberikan dampak positif yang luas bagi masyarakat di seluruh wilayah Jawa Barat.(Red)


