TANGERANG, bantenpedia.id – Puskesmas Tegal Angus melakukan inovasi program ibu dan anak berupa Stop Kematian Ibu dan Anak (Sakina) yang terdiri dari pemeriksaan hingga pemantauan bayi baru lahir.
Inovasi tersebut merupakan bentuk pencegahan Puskesmas Tegal Angus dalam mengentaskan angka kematian ibu dan anak. Pada program tersebut setiap bulannya melakukan kegiatan Pos Binaan Terpadu untuk memonitoring dan mendeteksi faktor dini risiko PTM yang dilakukan di Setiap Desa.
Kepala Puskesmas Tegal Angus dr. Allan Sartana mengatakan, Puskesmas Tegal Angus berhasil menjalankan program-program prioritas nasional melalui kolaborasi yang erat. Fokus program utama prioritas tersebut melibatkan berbagai pemangku kepentingan dan didalamnya terdapat kegiatan untuk penanganan gizi, kesehatan ibu dan anak, imunisasi di desa serta penanggulangan TBC.
“Program ini khusunya gizi khusus diarahkan pada pencegahan stunting dan pemberian makanan tambahan bagi anak baduta yang mengalami kekurangan gizi dan Inovasi SAKINA sendiri menjadi langkah signifikan dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak, termasuk pemeriksaan dan pemantauan bayi baru lahir,” ujarnya, Selasa ( 16/01/24).
Selain itu dia menjelaskan bahwa pelatihan kader Posyandu juga menjadi fokus, di mana kegiatan tahunan yang melibatkan seluruh kader dalam memberikan materi, sesi tanya jawab, dan memberikan reward sebagai apresiasi terhadap kontribusi mereka dalam meningkatkan kualitas pelayanan di Posyandu.
“Dengan langkah-langkah kolaboratif ini, Puskesmas Tegal Angus tidak hanya menjadi penyedia layanan kesehatan, tetapi juga melakukan perubahan dalam mewujudkan masyarakat yang lebih sehat dan berdaya. Program-program ini menciptakan fondasi untuk pelayanan kesehatan yang holistik dan berkelanjutan di masa depan,” jelasnya. (End)


