SERANG KOTA,
bantenpedia.id — Perumdam Tirta Madani Kota Serang tengah menjajaki sejumlah peluang kerja sama strategis dengan Perumdam Tirta Albantani Kabupaten Serang untuk memperkuat bisnis perusahaan sekaligus meningkatkan kontribusi terhadap pendapatan daerah.
Sedikitnya terdapat empat skema kerja sama yang sedang dibahas, mulai dari pengelolaan aset, pembelian air curah, distribusi air lintas wilayah, hingga pengembangan bisnis air minum dalam kemasan (AMDK).
Direktur Perumdam Tirta Madani Kota Serang, Muhammad Arif Setiawan, mengatakan penjajakan tersebut tidak hanya berorientasi pada transaksi jual beli air, tetapi juga mencakup optimalisasi aset dan pengembangan sumber pendapatan baru.
“Jadi ada beberapa yang sedang kami diskusikan. Tidak hanya terkait air, tetapi juga aset dan pengembangan bisnis,” ujar Arif, Senin (31/8/2026).
Salah satu skema yang dibahas berkaitan dengan sekitar 800 unit aset milik Pemerintah Kota Serang yang saat ini masih berada dalam pelayanan Perumdam Tirta Albantani Kabupaten Serang.
Apabila aset tersebut nantinya diserahkan kepada Perumdam Tirta Madani, prosesnya tidak akan dilakukan secara langsung. Pemerintah daerah dan perusahaan perlu melakukan appraisal terlebih dahulu untuk menentukan nilai aset secara objektif.
Menurut Arif, langkah tersebut diperlukan agar proses pengelolaan aset daerah dapat dilakukan secara terukur dan memberikan manfaat ekonomi bagi perusahaan maupun pemerintah daerah.
Skema kedua berupa rencana pembelian air curah dari Perumdam Tirta Albantani yang berada di Rancajaya, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang.
Air curah tersebut nantinya diarahkan untuk memperkuat pelayanan air bersih di sejumlah kawasan di wilayah timur Kota Serang yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan pelanggan.
“Jadi kami akan membeli air curah dari PDAM Tirta Albantani Kabupaten Serang untuk melayani daerah-daerah yang ada di daerah timur, seperti perumahan Puri Anggrek, Persada, dan yang lainnya,” jelas Arif.
Menurutnya, tambahan pasokan air curah tersebut dapat menjadi salah satu strategi Perumdam Tirta Madani untuk memperluas cakupan pelayanan sekaligus menangkap peluang pertumbuhan sambungan pelanggan baru.
Sementara itu, skema ketiga berkaitan dengan distribusi air menuju wilayah Pontang, Kabupaten Serang.
Dalam rencana tersebut, air yang bersumber dari Sindangheula akan melewati wilayah Kota Serang sebelum diteruskan menuju Pontang. Sejumlah alternatif jalur distribusi masih dikaji, termasuk kemungkinan melalui wilayah Kecamatan Kasemen maupun Walantaka.
Kerja sama tersebut dinilai membuka peluang bagi kedua BUMD untuk mengoptimalkan infrastruktur yang telah tersedia sekaligus membangun pola kerja sama lintas wilayah dalam penyediaan air bersih.
Selain bisnis air perpipaan, peluang pengembangan bisnis AMDK juga masuk dalam pembahasan.
Perumdam Tirta Albantani disebut mengajak Perumdam Tirta Madani untuk membahas kemungkinan pengelolaan bersama bisnis AMDK yang berada di wilayah Curug, Kota Serang.
Untuk sumber air, Arif menyebut informasi yang diterimanya berasal dari wilayah Baros, Kabupaten Serang.
Namun, teknis kerja sama masih dalam tahap pembahasan, termasuk opsi penyaluran air melalui jaringan perpipaan.
“Airnya kalau yang saya tahu itu dari Kabupaten Serang, dari Baros. Nanti kami yang ikut kerja sama juga, apakah menyuplainya melalui perpipaan atau bagaimana, nah itu sedang didiskusikan,” katanya.
Arif menegaskan, keempat skema tersebut masih berada dalam tahap penjajakan. Perumdam Tirta Madani telah meminta masukan dari sejumlah stakeholder dan mengantongi izin prinsip dari Wali Kota Serang Budi Rustandi untuk menjalin kerja sama dengan pihak swasta maupun BUMD.
Dari sisi bisnis, kerja sama tersebut diharapkan tidak hanya berdampak terhadap peningkatan pelayanan masyarakat, tetapi juga memperkuat kinerja keuangan Perumdam Tirta Madani.
Salah satu indikatornya adalah bertambahnya jumlah sambungan pelanggan yang berpotensi meningkatkan pendapatan perusahaan.
Peningkatan kinerja tersebut pada akhirnya diharapkan berdampak terhadap besaran dividen yang dapat diberikan kepada Pemerintah Kota Serang.
“Ya, itu otomatis. Otomatis ketika menambah sambungan baru, otomatis peningkatan ujungnya kepada dividen ya. Ujungnya kepada dividen,” ungkap Arif.
Untuk 2027, Perumdam Tirta Madani memproyeksikan laba perusahaan dapat meningkat hingga Rp2 miliar apabila rangkaian kerja sama tersebut berhasil direalisasikan.
Dengan porsi dividen sebesar 55 persen, proyeksi laba tersebut berpotensi memberikan sekitar Rp1,1 miliar kepada Pemerintah Kota Serang.
Namun, angka tersebut masih berupa proyeksi. Realisasi laba dan dividen akan sangat bergantung pada hasil pembahasan antarpihak, kesepakatan kerja sama, kesiapan infrastruktur, serta implementasi masing-masing skema.
Jika terealisasi, kerja sama lintas BUMD tersebut berpotensi menjadi langkah strategis bagi Perumdam Tirta Madani dalam memperluas pelayanan air bersih, mengoptimalkan aset daerah, membuka sumber pendapatan baru, sekaligus meningkatkan kontribusi perusahaan terhadap keuangan Kota Serang.(Fj)


