KOTA SERANG, bantenpedia.id – Memasuki musim kemarau, Pemerintah Kota Serang mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran yang dapat terjadi di lingkungan permukiman. Kondisi cuaca yang kering membuat api lebih mudah menjalar, terutama pada material yang mudah terbakar seperti dedaunan, ilalang kering, maupun tumpukan sampah.
Wali Kota Serang, Budi Rustandi, menegaskan pentingnya peran aktif masyarakat dalam mencegah kebakaran sejak dini. Ia mengingatkan agar warga tidak sembarangan membuang puntung rokok, melakukan pembakaran sampah, maupun menyalakan api di sekitar area permukiman tanpa pengawasan.
Selain itu, Budi juga mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan obat nyamuk bakar atau sumber api lainnya yang berpotensi memicu kebakaran apabila ditinggalkan dalam keadaan menyala.
“Musim kemarau membuat api sangat cepat menyebar ketika mengenai bahan-bahan yang mudah terbakar seperti dedaunan, ilalang kering, dan material lainnya. Karena itu, kita harus lebih waspada,” ujar Budi, saat meninjau dan memberikan bantuan korban kebakaran yang terjadi di Kompleks Perumahan Lebak Indah, RT 04/RW 05, Blok D21 Nomor 7, Kelurahan Trondol, Kecamatan Serang.
Menurutnya, upaya pencegahan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan kepedulian seluruh warga. Ia berharap masyarakat saling mengingatkan apabila melihat aktivitas pembakaran yang berpotensi membahayakan lingkungan.
“Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Serang untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan dan kepedulian di lingkungan masing-masing. Dengan langkah sederhana seperti tidak membakar sampah sembarangan dan memastikan sumber api benar-benar padam, kita bisa mencegah terjadinya kebakaran serta menjaga keselamatan bersama,” pesannya.
Pemerintah Kota Serang juga mengajak masyarakat untuk segera melaporkan kepada aparat setempat atau petugas pemadam kebakaran apabila menemukan titik api atau kondisi yang berpotensi menimbulkan kebakaran. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan tangguh menghadapi musim kemarau.
“Dengan meningkatnya kesadaran dan kedisiplinan warga, risiko kebakaran dapat ditekan sehingga aktivitas masyarakat tetap berjalan dengan aman sepanjang musim kemarau,” ujarnya.(Fj)


