Kota Tangerang,
bantenpedia.id – Dunia olahraga di Kota Tangerang terus berkembang. Lebih dari 25 event olahraga digelar dalam setahun, mulai dari kompetisi tingkat nasional hingga event yang melibatkan peserta dari berbagai negara.
Kondisi ini memperkuat arah Kota Tangerang untuk membangun ekosistem Sport City yang tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga aktivitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi.
“Sejumlah event olahraga berskala nasional telah digelar di Kota Tangerang. Di antaranya Open Tournament Piala Kapolri Karate, Silat Open Nasional, futsal perempuan profesional, hingga panjat tebing nasional. Berbagai kegiatan tersebut turut menjadikan Kota Tangerang sebagai salah satu daerah yang aktif menjadi tuan rumah kompetisi olahraga,” ungkap Kepala Dispora Kota Tangerang Kaonang, Rabu (30/9/26).
Ia menyatakan, pengembangan olahraga di Kota Tangerang juga diarahkan tidak hanya pada penyediaan tempat latihan. Pemerintah Kota Tangerang mendorong venue olahraga agar mampu menjadi lokasi penyelenggaraan event nasional maupun internasional.
”Yakni, dengan fasilitas yang representatif, mulai dari arena pertandingan, ruang ganti, ruang technical meeting, area VVIP, toilet hingga tempat ibadah,” jelasnya.
Sejumlah fasilitas olahraga disebut telah disiapkan untuk mendukung agenda tersebut. GOR Nambo dan GOR Gondrong menjadi bagian dari venue yang diarahkan untuk penyelenggaraan event berskala besar.
Selain itu, pada 2027 direncanakan pembangunan GOR di kawasan Modernland untuk cabang basket indoor dan hoki indoor.
“Tidak hanya kompetisi, Kota Tangerang juga menjadi lokasi penyelenggaraan event olahraga yang memadukan aktivitas olahraga dan hiburan. Salah satunya kegiatan lari yang menghadirkan atlet nasional serta peserta dari sejumlah negara Eropa,” katanya.
Pengembangan Sport City juga dikaitkan dengan potensi ekonomi. Kehadiran atlet, ofisial, peserta, dan penonton dalam sebuah event dapat menggerakkan sektor hotel, kuliner, transportasi hingga UMKM. Aktivitas tersebut dinilai dapat menciptakan efek ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
“Dari sisi infrastruktur, Kota Tangerang memiliki sejumlah faktor pendukung, termasuk keberadaan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, banyaknya pilihan hotel, serta akses fasilitas kesehatan,” katanya.
Dengan dukungan venue, aksesibilitas, kalender kompetisi dan keterlibatan berbagai pihak, olahraga diharapkan tidak hanya mencetak prestasi atlet, tetapi juga membuka ruang aktivitas masyarakat dan memberikan dampak ekonomi bagi Kota Tangerang.(Fz)


