SERANG, bantenpedia.id – Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di Provinsi Banten hingga 31 Mei 2026 menunjukkan capaian yang sangat baik. Penerimaan negara, belanja pemerintah, hingga penerimaan perpajakan mencatat pertumbuhan positif yang menjadi indikator kuatnya aktivitas ekonomi di wilayah tersebut.
Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Banten, Lisbon Sirait, menyampaikan bahwa realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) hingga akhir Mei 2026 mencapai 48,93 persen dari target atau tumbuh 15,91 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut didukung oleh pendapatan dari layanan pertanahan, jasa kepelabuhanan, pendidikan, dan kesehatan.
Di sisi belanja negara, realisasi mencapai 41,68 persen atau tumbuh 2,2 persen, lebih tinggi dibanding rata-rata nasional sebesar 35,50 persen. Belanja terbesar berasal dari Transfer ke Daerah (TKD) yang mencapai Rp6,79 triliun atau 45,60 persen dari pagu, serta belanja kementerian/lembaga sebesar Rp3,29 triliun yang didorong pembangunan infrastruktur dan pembayaran gaji aparatur negara.
Lisbon menjelaskan, belanja pegawai, belanja barang, dan belanja modal menunjukkan pertumbuhan positif. Belanja barang bahkan mencapai 30,08 persen dan mengalami akselerasi signifikan, terutama untuk sektor pertahanan dan keamanan. Sementara belanja modal digunakan untuk pembangunan berbagai infrastruktur, termasuk Sekolah Rakyat, jalan nasional, serta sarana dan prasarana lainnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Data dan Pengawasan Potensi Perpajakan Kanwil DJP Banten, Muhamad Riza Fahlevi, mengungkapkan bahwa penerimaan pajak hingga 31 Mei 2026 mencapai Rp31,72 triliun atau 33,72 persen dari target APBN sebesar Rp94,07 triliun. Angka tersebut tumbuh 13,93 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Menurut Riza, pertumbuhan penerimaan pajak ditopang oleh Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Dalam Negeri dan PPN Impor. Hampir seluruh sektor usaha mencatat pertumbuhan positif, kecuali sektor real estate yang mengalami kontraksi sebesar 1,30 persen. Di lingkungan Kanwil DJP Banten, pertumbuhan tertinggi dicatat KPP Pratama Pandeglang sebesar 59,90 persen, sedangkan capaian terbesar diraih KPP Pratama Tangerang Timur dengan realisasi 35,50 persen.
Dari sektor kepabeanan dan cukai, penerimaan mencapai Rp5,89 triliun atau 34,07 persen dari target tahunan. Realisasi tersebut berasal dari bea masuk, cukai, dan bea keluar yang didorong meningkatnya aktivitas impor komoditas komputer, hasil minyak, besi dan baja, serta pesawat udara dan komponennya.
Selain itu, Kanwil Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Banten mencatat penerimaan negara dari pengelolaan aset, lelang, dan piutang negara sebesar Rp33,43 miliar hingga Mei 2026. Penerimaan terbesar berasal dari kegiatan lelang yang mencapai Rp19,14 miliar atau 152 persen dari target hingga Mei.
Secara keseluruhan, capaian APBN di Banten hingga Mei 2026 menunjukkan kondisi fiskal yang sehat dengan pertumbuhan penerimaan negara, kinerja belanja yang terjaga, serta dukungan terhadap pembangunan dan pelayanan publik di daerah.(Fj)


