Lebak, bantenpedia.id – Sebagai langkah pencegahan penularan penyakit Tuberkulosis (TBC) di masyarakat, Dinas Kesehatan secara rutin melakukan skrining TBC. Skrining TBC kali ini dipusatkan di Kampung Baduy Dalam, Selasa (29/10/2024). Terlihat antusias Masyarakat Baduy Dalam cukup tinggi mengikuti skrining TBC yang diadakan secara gratis. Dari sejak pagi, masyarakat Baduy tersebut sudah mengantre untuk memeriksakan kesehatan dirinya.
Kepala Seksi P2PMTM Dinas Kesehatan Provinsi Banten, drg. Nenden Diana Rose, MARS dan langsung meninjau pelaksanaan skrining TBC tersebut mengatakan kegiatan ini diberi nama Active Case Finding Tuberkulosis atau penemuan TBC secara aktif. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan penemuan kasus TBC agar dapat diobati dan tidak menularkan ke orang lain.
“Penyakit menular ini kalau sudah kita temukan dan obati maka menjadi awal bagi kita untuk dapat mengendalikan penyakit tersebut, sebab apabila tidak ditemukan maka akan menjadi sumber penularan di masyarakat” kata Pocut, ujar drg. Nenden

Bahkan, drg. Nenden menjelaskan, harus melalui skrining atau pemeriksaan kesehatan terhadap masyarakat yang dinilai sangat beresiko tertular penyakit TBC. “Maka dari itu yang hari ini kita undang adalah masyarakat yang memiliki kontak erat dengan pasien TBC yang telah di diagnosa, apakah itu keluarganya atau orang terdekat lainya,” papar drg. Nenden.
Selain itu, bilang ujar drg. Nenden lagi, masyarakat penderita komorbid seperti penyakit TBC agar dilakukan pemeriksaan sebab mereka memiliki resiko tinggi tertular penyakit TBC. Tidak itu saja, drg. Nenden juga menambahkan pasien yang memiliki penyakit yang dapat menurunkan imunitas tubuh.
“Hari ini kita pastikan dia tertular penyakit TBC atau tidak, apabila pasien tersebut bergejala dapat diperiksa melalui dahak, namun apabila tidak bergejala harus diperiksa melalui rontgen, maka dari itu hari ini kita hadirkan mesin rontgen di Puskesmas, agar dapat maksimal memeriksa kesehatan masyarakat dan tentunya lebih dekat menjangkau masyarakat,” jelas ujar drg. Nenden.
Bagi masyarakat yang dinyatakan tertular namun tidak bergejala, nantinya akan diberikan obat Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT). “Kita ingin menyelesaikan masalah ini sampai dengan ke akarnya, jadi sebelum bergejala namun sudah tertular wajib harus kita berikan TPT,” tutup ujar drg. Nenden. (Adv)


