SERANG – Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Kesehatan terus memperkuat upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah mendorong masyarakat untuk memanfaatkan Program Cek Kesehatan Gratis sebagai bagian dari deteksi dini penyakit sekaligus membangun budaya hidup sehat.
Komitmen tersebut ditegaskan Gubernur Banten Andra Soni saat menghadiri kegiatan Semarak Gerak Sehat Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) Provinsi Banten 2026 yang digelar di Halaman Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, Sabtu (25/7/2026).
Menurut Andra Soni, paradigma pembangunan kesehatan kini tidak lagi berfokus pada pengobatan setelah seseorang jatuh sakit, melainkan mengedepankan upaya pencegahan melalui pola hidup sehat, deteksi dini, serta pengendalian faktor risiko penyakit.
“Paradigma pembangunan kesehatan saat ini tidak lagi hanya berorientasi pada pengobatan setelah sakit, tetapi lebih mengutamakan promotif dan preventif. Menjaga masyarakat tetap sehat melalui pola hidup sehat, deteksi dini, serta pengendalian faktor risiko penyakit,” ujar Andra Soni.
Ia menegaskan, Program Prolanis menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga kualitas hidup masyarakat, khususnya bagi penyandang penyakit kronis seperti diabetes melitus dan hipertensi. Melalui pendampingan dan pelayanan kesehatan yang berkesinambungan, risiko komplikasi dapat ditekan sehingga peserta tetap dapat menjalani aktivitas secara produktif.
Selain memberikan manfaat bagi peserta Prolanis, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk mengajak seluruh masyarakat membudayakan gaya hidup sehat. Menurut Andra Soni, menjaga kesehatan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
“Kegiatan ini diharapkan menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan dan menjangkau seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Banten. Menjaga kesehatan adalah tanggung jawab bersama,” katanya.
Gubernur juga mengajak masyarakat memanfaatkan layanan Cek Kesehatan Gratis yang telah disediakan pemerintah. Program tersebut dinilai sangat penting sebagai langkah awal mengetahui kondisi kesehatan sehingga potensi penyakit dapat dideteksi lebih dini.
Selain itu, Andra Soni menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Banten terus memberikan kemudahan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk bagi peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan agar tetap memperoleh layanan secara optimal ketika dibutuhkan.
“Saya mengajak masyarakat Banten untuk memanfaatkan cek kesehatan gratis sebagai bagian dari upaya mengelola kesehatan sejak dini,” ujarnya.
Sementara itu, Deputi Direksi Wilayah IV BPJS Kesehatan, dr. Yessi Kumalasari menjelaskan bahwa Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) merupakan program berkelanjutan yang mengedepankan pendekatan promotif dan preventif.
Menurutnya, pengelolaan penyakit kronis seharusnya menjadi perhatian setiap individu agar kondisi kesehatan tetap terjaga dan risiko keparahan penyakit dapat dicegah melalui pemeriksaan rutin, edukasi, serta pendampingan kesehatan.
Saat ini terdapat 358.801 peserta Prolanis di Provinsi Banten, dengan sekitar 21 persen di antaranya telah bergabung dalam klub Prolanis. Klub tersebut masih difokuskan bagi peserta dengan penyakit diabetes melitus (DM) dan hipertensi.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat juga mendapatkan berbagai layanan kesehatan, mulai dari senam bersama, konsultasi kesehatan, pelayanan obat, pemeriksaan penunjang, hingga layanan cek kesehatan gratis dari berbagai fasilitas kesehatan. (Adv)


