KARO SUMUT,
bantenpedia.id – Kompas.SBS|Kodam I/Bukit Barisan menyiagakan sebanyak 1.279 personel pasukan gabungan untuk membantu penanganan erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo Provinsi Sumatera Utara. Kesiapsiagaan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan meningkatnya aktivitas Gunung Sinabung yang dapat berdampak terhadap masyarakat di wilayah sekitar
Apel pasukan gabungan berskala besar dilaksanakan di Makodim Jalan Jamin Ginting Desa Raya Kecamatan Berastagi Kabupaten Karo, Kamis 3/9/202). Apel tersebut dipimpin langsung oleh Pangdam I/Bukit Barisan, Mayor Jenderal TNI Hendy Antariksa didampingi Dandim 0205/TK Letkol Inf Robert Panjaitan.
Apel Kesiapsiagaan Gunung Sinabung tersebut dihadiri oleh, Bupati Karo Brigjen Pol [ Purn ] Dr.dr Antonius Ginting Sp.OG M.Kes, Kajari Karo Edmond N Purba, Kapolres Karo AKBP Pebriandi Haloho, BPBD Kabupaten Karo, Dinas Kesehatan, Satpol PP, Damkar, Basarnas serta unsur pendukung lainnya.
Setelah usai memimpin apel, Pangdam I/BB Mayjen TNI Hendi Antariksa bersama rombongan langsung mengunjungi Pos Pemantauan Gunung Api Sinabung yang berada di Desa Ndokum Siroga Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Karo. Kunjungan tersebut untuk memastikan dan melihat secara langsung bagaimana aktivitas Gunung Sinabung tersebut setelah erupsi beberapa hari lalu.
Menurut keterangan Pangdam I/BB Mayjen TNI Hendi Antariksa ketika dikonfirmasi wartawan mengatakan,” bahwa aktivitas Gunung Sinabung masih terus dipantau. Pihaknya juga telah mendapatkan penjelasan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terkait kondisi terkini gunung tersebut.
“Di Pos Pemantauan Gunung Sinabung, kita bisa mengamati aktivitas Gunung Sinabung. Tadi kami sudah mendapatkan penjelasan dari PVMBG. Untuk aktivitas ini kecenderungannya menurun, tetapi tidak boleh lengah karena kondisi yang menurun ini bisa juga menjadi titik erupsi yang mulai 31 Agustus kemarin, sehingga bisa terjadi erupsi-erupsi besar lainnya. Kita harus mengantisipasi,” ujar Pangdam.
Pangdam menambahkan, untuk mengantisipasi jika terjadi erupsi Gunung Sinabung terjadinya bencana erupsi, Kodam I/Bukit Barisan telah menyiagakan 1.279 personel gabungan dari TNI, Polri, dan unsur pendukung lainnya.
“Upaya-upaya evakuasi sudah dilakukan kepada masyarakat khususnya Desa Kutatengah. Sampai dengan saat ini ada lima posko pengamanan di wilayah Kabupaten Karo, terutama di wilayah yang diprediksi akan mendapatkan dampak cukup signifikan apabila terjadi erupsi yang lebih besar lagi,” katanya.
Pangdam juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan mematuhi seluruh rekomendasi yang dikeluarkan oleh PVMBG, khususnya terkait kawasan yang masuk dalam zona merah. “Kami mengimbau kepada masyarakat untuk menjauhi zona merah yang direkomendasikan oleh PVMBG,” ucapnya.
Kesiapan personel menjadi bagian penting dalam menghadapi potensi bencana erupsi. Dengan dukungan pasukan gabungan, koordinasi antara unsur TNI, pemerintah daerah, serta instansi terkait diharapkan dapat berjalan cepat dan efektif apabila sewaktu-waktu terjadi peningkatan aktivitas Gunung Sinabung.
Kodam I/Bukit Barisan juga menekankan pentingnya kesiapan seluruh unsur di lapangan agar masyarakat dapat memperoleh perlindungan dan bantuan secara cepat apabila kondisi membutuhkan evakuasi maupun penanganan darurat.
Langkah tersebut sekaligus menunjukkan komitmen aparat bersama pemerintah daerah dan instansi terkait dalam mengantisipasi potensi bencana serta menjaga keselamatan masyarakat Kabupaten Karo yang berada di kawasan rawan bencana Gunung Sinabung.(Erianto Perangin Angin)


