SERANG KOTA, bantenpedia.id – Pembangunan Jalan Kenari Kota Serang sepanjang 517 meter menggunakan dana Corporate Social Responsibility (CSR) PT Sauh Bahtera Sejahtera (SBS) resmi dimulai.
Pembangunan betonisasi ini tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Serang.
Wali Kota Serang Budi Rustandi mengatakan pembangunan jalan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Pemkot Serang dan pihak swasta sebagai upaya mempercepat pembangunan infrastruktur di tengah keterbatasan anggaran daerah.
“Bangunan di Jalan Kenari ini, pembangunannya sepanjang 517 meter tanpa menggunakan APBD,” katanya.
“Ini dari dana CSR PT SBS, yang sebelumnya pernah saya kunjungi. Alhamdulillah hari ini pembangunannya telah direalisasikan,” kata Budi.
Ia memastikan pembangunan Jalan Kenari belum berhenti sampai di titik tersebut.
Pemkot Serang telah menyiapkan kelanjutan pembangunan mulai dari titik jembatan hingga Jalan Raya Kasemen menggunakan APBD tahun 2027.
“Insyaallah sisa jalan dari titik jembatan sampai ke Jalan Raya Kasemen akan dibangun oleh Pemerintah Kota Serang pada tahun 2027,” katanya.
“Karena kemampuan anggaran kami di 2027, insyaallah bisa mencukupinya. Tentu kepada masyarakat yang belum terakomodasi, mohon kesabarannya,” ujarnya menambahkan.
“Kami berupaya dengan segala keterbatasan, saya dan Pak Agis akan berusaha menyelesaikan permasalahan infrastruktur semaksimal mungkin,” ujarnya.
Budi mengajak masyarakat ikut menjaga jalan yang telah dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Menurutnya, Pemkot Serang juga akan melengkapi ruas jalan tersebut dengan penerangan jalan umum.
“Insyaallah nanti kami akan memberikan penerangan jalan, nanti akan saya koordinasikan dengan Kadishub. Setiap jalan yang kami beton akan dilengkapi dengan penerangan,” bebernya.
Ia meminta masyarakat menjaga seluruh fasilitas yang telah dibangun pemerintah agar tidak cepat rusak.
“Saya minta kita sama-sama menjaga fasilitas dan sarana yang dibangun oleh pemerintah. Jangan sampai ada oknum yang sengaja merusaknya,” katanya.
Menurut Budi, Pemkot Serang kini memprioritaskan betonisasi dibandingkan hotmix karena dinilai lebih kuat, terutama untuk jalan yang dilalui kendaraan bertonase besar maupun jalur pertanian.
“Dengan betonisasi ini adalah langkah upaya agar jalan tidak cepat rusak kembali. Jadi progres kita adalah betonisasi, bukan sekadar hotmix. Hotmix hanya untuk penanganan yang sifatnya mendesak atau darurat saja,” ungkapnya.
Ia juga memastikan jembatan menuju Jalan Raya Kasemen akan diperlebar bersamaan dengan pembangunan lanjutan pada 2027.
“Iya, ini sampai jalan perbatasan betonnya. Nanti sampai ke Jalan Raya Kasemen, termasuk jembatannya akan kita lebarkan. Itu nanti akan dibahas dalam anggaran 2027. Kita sudah bahas dengan Dinas PUPR Kota Serang,” ujarnya.
Selain mengandalkan APBD, Budi mengaku terus mendorong kolaborasi dengan perusahaan melalui program CSR untuk mempercepat pembangunan.
“Yang pertama, ini adalah bagian dari inovasi saya sebagai kepala daerah. Ketika APBD kita butuh banyak efisiensi karena keterbatasan anggaran, ini adalah upaya saya melobi perusahaan-perusahaan yang berinvestasi di Kota Serang demi kemajuan daerah,” ungkapnya.
Menurutnya, sejumlah perusahaan telah berkontribusi membantu pembangunan di Kota Serang melalui program CSR
“Alhamdulillah banyak perusahaan yang kini berinvestasi dan membantu Pemerintah Kota Serang,” ungkapnya.
“Sebut saja PT SBS, PT Harmoni, lalu bantuan di Rumah Sakit Fatimah, perumahan Pakuwon, dan banyak lagi. Tidak sedikit jumlahnya, kalau kita hitung sudah mencapai beberapa miliar,” katanya.
Budi menegaskan keterbatasan APBD tidak menjadi alasan menghentikan pembangunan. Ia memilih mengalihkan anggaran yang tidak menyentuh masyarakat langsung ke sektor prioritas.
“Anggaran yang tidak bersentuhan langsung dengan masyarakat, saya coret. Kunker-kunker, coret. Anggaran seremonial, coret. Anggaran yang kurang bermanfaat, coret. Alihkan semua itu kepada infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan,” bebernya.
Menurutnya, langkah tersebut membuat pembangunan tetap berjalan meski Kota Serang memiliki APBD terkecil di Provinsi Banten.
“Padahal APBD Kota Serang ini paling kecil di Banten, tapi pembangunan terlihat. Itu semua karena upaya Pemerintah Kota Serang dalam memanajemen APBD,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Serang Iwan Sunardi menjelaskan pembangunan Jalan Kenari melalui CSR PT SBS memiliki panjang 517 meter dengan lebar lima meter dan menjadi akses penghubung Kota Serang dengan Kabupaten Serang.
“Kalau bicara target insyaallah dalam waktu dua bulan sudah selesai,” kata Iwan.
Ia mengatakan pembangunan infrastruktur yang bersentuhan langsung dengan masyarakat menjadi prioritas sesuai arahan Wali Kota Serang.
Menurut Iwan, kebutuhan anggaran betonisasi jalan pada tahap pertama mencapai sekitar Rp44 miliar, sedangkan sisanya sekitar Rp35 miliar direncanakan pada 2027 sesuai kemampuan APBD.
Ia juga menyebut proyek Jalan Kenari merupakan salah satu dari enam hingga tujuh pembangunan yang terealisasi melalui program CSR perusahaan yang berinvestasi di Kota Serang.
Terkait progres pembangunan, Iwan mengungkapkan pekerjaan betonisasi di 17 ruas jalan Kota Serang saat ini telah mencapai sekitar 80 persen.
“Alhamdulillah sekarang progres betonisasi sudah mencapai 80 persen. Kalau bicara pengawasan insyaallah minggu ini kami dengan tim PUPR, termasuk konsultan pengawas, akan turun langsung melakukan evaluasi di lapangan,” katanya.(Fj)


