Tangerang — Dewan Pengurus Daerah Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (DPD IPeKB) Provinsi Banten melaksanakan Bakti Sosial IPeKB Tahun 2026 di Desa Saga, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, Senin (25/5/2026), sebagai upaya memperkuat percepatan penurunan stunting melalui intervensi terpadu kepada keluarga berisiko stunting.
Kegiatan ini menjadi bagian dari dukungan terhadap pelaksanaan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana), percepatan penurunan stunting, serta Makan Bergizi Gratis di Provinsi Banten.
Rangkaian kegiatan diawali dengan peninjauan pelayanan kesehatan lansia di Posyandra Desa Saga. Kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke rumah keluarga sasaran penerima bantuan jambanisasi dan bantuan nutrisi sebagai bagian dari intervensi langsung kepada keluarga berisiko stunting yang merupakan wujud nyata Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) Kemendukbangga/BKKBN.
Selanjutnya, dilaksanakan peninjauan pelayanan keluarga berencana metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) implan serta kegiatan pemberdayaan ekonomi keluarga melalui kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA) di Kecamatan Balaraja.
Pada kegiatan tersebut juga dilaksanakan pemberian bantuan sosial secara simbolis kepada keluarga berisiko stunting, pelayanan KB implan bagi akseptor, serta edukasi Program Bangga Kencana melalui pendekatan komunikasi, informasi, dan edukasi berbasis kearifan lokal.
Bakti sosial ini melibatkan sinergi lintas sektor yang terdiri atas unsur Pemerintah Provinsi Banten, Pemerintah Kabupaten Tangerang, Perwakilan BKKBN Provinsi Banten, TP-PKK Provinsi Banten, DPD IPeKB Provinsi Banten, kader Tim Pendamping Keluarga, penyuluh keluarga berencana, serta mitra kerja terkait.
Sebanyak 150 penyuluh keluarga berencana, 50 kader Tim Pendamping Keluarga, 50 keluarga berisiko stunting, 50 akseptor pelayanan KB, 30 peserta Posyandra lansia, dan 10 kelompok UPPKA terlibat sebagai sasaran langsung kegiatan.
Pelaksanaan Bakti Sosial IPeKB Tahun 2026 diharapkan semakin memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendukung intervensi terpadu bagi keluarga berisiko stunting, meningkatkan akses pelayanan keluarga berencana, memperkuat ketahanan ekonomi keluarga, serta mendorong peningkatan kesadaran masyarakat dalam pencegahan stunting secara berkelanjutan.
Kegiatan ini menjadi wujud komitmen bersama dalam mewujudkan keluarga berkualitas menuju percepatan penurunan stunting di Provinsi Banten dan Indonesia Emas Tahun 2045. (Sa)


