CILEGON, bantenpedia.id – Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menggelar kegiatan skrining kanker serviks gratis bagi wanita usia subur di Kota Cilegon. Program ini menjadi langkah nyata Dinkes Banten dalam upaya melindungi perempuan dari ancaman kanker serviks, salah satu penyakit yang masih menjadi penyebab kematian tertinggi pada wanita di Indonesia.
Kegiatan skrining ini menggunakan metode HPV DNA, yakni pemeriksaan yang berfungsi mendeteksi keberadaan Human Papillomavirus (HPV) tipe risiko tinggi yang berpotensi menyebabkan kanker leher rahim. Melalui metode ini, infeksi dapat diketahui lebih awal sehingga tindakan pencegahan dapat segera dilakukan sebelum berkembang menjadi kanker.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, dr. Ati Pramudji Hastuti, menjelaskan bahwa program skrining ini merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap kesehatan reproduksi perempuan di Banten.
“Kanker serviks sebenarnya bisa dicegah. Kuncinya adalah deteksi dini. Melalui pemeriksaan HPV DNA, kita bisa mengetahui apakah ada infeksi virus berisiko tinggi sebelum muncul gejala. Dengan begitu, intervensi bisa dilakukan lebih cepat,” ujar dr. Ati di Serang, Sabtu (18/10/2025).
Lebih lanjut, dr. Ati mengajak seluruh perempuan di Kota Cilegon yang memenuhi syarat untuk memanfaatkan layanan pemeriksaan gratis ini.
“Kami harap para ibu dan wanita usia subur tidak ragu untuk ikut skrining. Pemeriksaan ini sederhana, cepat, dan sangat penting untuk menjaga kesehatan,” tambahnya.
Pelaksanaan skrining dilakukan di tiga titik pelayanan, yakni POD Jombang Wetan (13 Oktober 2025), POD Panggung Rawi (15 Oktober 2025), dan POD Sukmajaya (20 Oktober 2025), mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB.
Adapun persyaratan peserta antara lain perempuan berusia 30–35 tahun, sudah menikah atau pernah melakukan hubungan seksual, tidak sedang hamil, tidak dalam masa haid, serta tidak berhubungan seksual tiga hari terakhir. Peserta juga wajib membawa KTP Kota Cilegon atau BPJS aktif.
Menurut dr. Ati, program ini tidak hanya sekadar kegiatan medis, tetapi juga bagian dari gerakan bersama untuk meningkatkan kesadaran perempuan akan pentingnya pemeriksaan rutin.
“Kami ingin perempuan Banten lebih sadar akan pentingnya menjaga diri. Pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan. Kami di Dinkes Banten siap memfasilitasi,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan Provinsi Banten berharap dapat menekan angka kasus kanker serviks serta mewujudkan masyarakat Banten yang lebih sehat dan berdaya.(ADV)


