TANGERANG, bantenpedia.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang menggelar kegiatan upaya Intervensi Spesifik Percepatan Penurunan Stunting yang meliputi Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang hingga Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Tangerang, di Ruang Rapat Wareng, Senin (12/4/2024).
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang, Moch Maesyal Rasyid menyampaikan, kegiatan tersebut merupakan langkah konsolidasi sekaligus evaluasi terkait penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Tangerang. Salah satu pokok pembahasannya adalah terkait penyelarasan data.
“Komitmen kita terkait data yang akan ditetapkan, data penduduk yang berisiko stunting, balita, ibu hamil dan kemiskinan pada bulan Februari sebagai dasar dalam penanganan stunting dan kemiskinan,” ungkapnya di lokasi.
Menurut dia, komitmen yang telah disepakati oleh semua pihak tersebut bertujuan agar penanganan dilakukan secara tepat sesuai kebutuhan daerah masing-masing. Pengumpulan data di 29 kecamatan akan segera dilakukan setelah Pemilu 2024.
Implementasi pelaksanaan program nantinya menggunakan upaya peningkatan kegiatan secara kolaboratif dan integrasi. Seperti yang telah dilakukan di Desa Tegal Kunir Lor, Kecamatan Mauk.
Ia menandaskan, nantinya kecamatan, Puskesmas hingga organisasi perangkat daerah bertanggung jawab terhadap kinerja yang dijalankan untuk menurunkan jumlah stunting, risiko stunting dan kemiskinan ekstrem.
“Objek penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem secara terintegrasi, semua terlibat. InsyaAllah pola itu kita gunakan pada tahun 2024. Ini komitmen kita semua untuk bergerak,” ujar dia.
Sekda Maesyal memaparkan, beberapa kegiatan juga telah dilaksanakan dalam rangka mendukung program penanganan stunting dan penurunan kemiskinan ekstrem tersebut.
“Ada surat imbauan oleh Pj Bupati Andi Ony dan teknis-teknisnya sudah dijalankan oleh puskesmas dan kecamatan,” tutup dia. (End)


