TANGSEL,
bantenpedia.id – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) akan menggelar Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XVII Tingkat Kota Tangerang Selatan pada 6–8 November 2026. Kegiatan tersebut akan berlangsung di Pusat Pemerintahan Kota (Puspemkot) Tangerang Selatan.
Asisten Daerah (Asda) I Kota Tangerang Selatan, Chaerudin, mengatakan penyelenggaraan MTQ menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an sekaligus memperkuat pengamalan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.
“Melalui MTQ ini, kami ingin mendorong agar Al-Qur’an tidak hanya dibaca dan dihafalkan, tetapi juga dipahami serta diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Chaerudin, Kamis (5/11/2026).
Tahun ini, MTQ menghadirkan beragam cabang perlombaan yang tidak hanya berfokus pada kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga mengangkat berbagai isu aktual, termasuk perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
“MTQ harus menjadi momentum untuk membangun generasi yang tidak hanya unggul dalam membaca dan memahami Al-Qur’an, tetapi juga mampu menerapkan ajarannya dalam menghadapi berbagai tantangan perkembangan zaman,” jelasnya.
Berdasarkan ketentuan pokok yang diterbitkan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kota Tangsel, MTQ XVII tahun ini mencakup 10 cabang utama dan sejumlah kategori eksibisi.
Sepuluh cabang utama tersebut meliputi Seni Baca Al-Qur’an, Qira’at Al-Qur’an, Hafalan Al-Qur’an, Tafsir Al-Qur’an, Fahm Al-Qur’an, Syarh Al-Qur’an, Seni Kaligrafi Al-Qur’an, Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ), Hafalan Al-Hadits, dan Qira’atul Kutub.
Sementara itu, kategori eksibisi meliputi Tilawah ASN/TNI/Polri, Tartil Al-Qur’an Isyarat bagi penyandang disabilitas rungu wicara, serta Festival Seni Islami.
Salah satu kategori yang menarik perhatian tahun ini adalah kaligrafi digital. Dalam kategori tersebut, peserta ditantang menghasilkan karya seni kaligrafi dengan memadukan ayat-ayat Al-Qur’an dan latar belakang visual melalui teknik digital painting, vector, maupun vexel.
Selain itu, materi perlombaan juga mengangkat sejumlah persoalan kontemporer. Pada cabang Syarh Al-Qur’an, peserta akan membahas berbagai tema, mulai dari Al-Qur’an dan etika teknologi di era kecerdasan buatan, tabayun dan akhlak bermedia sosial, ketahanan keluarga di tengah disrupsi digital, hingga gerakan kolektif menghadapi krisis iklim dan polusi global.
Tema lainnya mencakup inovasi keuangan Islam berbasis teknologi, transparansi pemerintahan elektronik, ketahanan pangan, serta kerukunan umat beragama.
Adapun cabang KTIQ mengangkat tema pelestarian lingkungan dan kerukunan umat beragama. Pada babak penyisihan, peserta diberikan waktu sembilan jam, mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB, untuk menyusun karya tulis. Enam peserta dengan nilai tertinggi, terdiri atas tiga putra dan tiga putri, akan melaju ke babak final untuk mempresentasikan hasil karyanya.
Untuk cabang Seni Baca Al-Qur’an, perlombaan terbagi dalam beberapa golongan, mulai dari tartil, anak-anak, remaja, dewasa, hingga disabilitas netra. Sementara itu, cabang Hafalan Al-Qur’an mempertandingkan golongan 1 juz dan tilawah, 5 juz dan tilawah, serta hafalan 10, 20, dan 30 juz.
Sebagian besar cabang perlombaan menerapkan dua tahapan, yakni babak penyisihan dan final. Adapun pengecualian berlaku untuk cabang kaligrafi, tafsir, dan Qira’atul Kutub.
Untuk memastikan pelaksanaan berjalan sesuai ketentuan, LPTQ Kota Tangsel juga menetapkan persyaratan administrasi bagi peserta. Pendaftaran dilakukan secara daring melalui lembar kerja digital yang disediakan panitia dan secara luring dengan menyerahkan dokumen dalam bentuk cetak maupun digital.
Dokumen persyaratan meliputi surat mandat yang ditandatangani camat, identitas kependudukan, sertifikat kejuaraan, salinan buku rekening atas nama peserta, serta pasfoto.
“Tentu kita dari Pemkot Tangsel berharap agar kegiatan MTQ XVII dapat meningkatkan syiar Islam, memperkuat pembinaan generasi Qur’ani, serta mendorong masyarakat untuk semakin memahami dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan bermasyarakat,” tegas Chaerudin.
Melalui penyelenggaraan MTQ XVII, Pemkot Tangsel berharap dapat memperkuat pembinaan generasi Qur’ani sekaligus menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pedoman dalam menghadapi perkembangan zaman.(Bt)


