Banten,
bantenpedia.id – Masyarakat terbantu oleh program penataan kawasan kumuh dari Gubernur Banten Andra Soni dan Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah. Penataan kawasan kumuh merupakan program Andra–Dimyati untuk mewujudkan kehidupan masyarakat yang sehat dan asri.
“Dengan permukiman yang tertata baik, sehat, dan asri, akan lahir calon-calon pemimpin masa depan yang sehat dan unggul,” kata Gubernur Andra seusai melakukan peresmian serentak pembangunan peningkatan kualitas kawasan permukiman, perumahan, PSU, dan Posyandra Provinsi Banten tahun anggaran 2025 yang dipusatkan di Lingkungan Jaga Baya, Kelurahan Kemanisan, Kecamatan Curug, Kota Serang, Rabu (23/9/2026). Selain di Kecamatan Curug, peresmian juga dilakukan di sejumlah titik lain secara virtual, seperti di Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, Kabupaten Pandeglang, dan Kabupaten Lebak.
Gubernur Andra berkomitmen untuk terus melaksanakan penataan kawasan kumuh dengan berbagai intervensi program. Salah satunya adalah dengan mewujudkan kehidupan masyarakat yang lebih sehat dan asri melalui penataan kawasan.
Gubernur Andra mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten sangat berfokus pada peningkatan kawasan permukiman.
“Masyarakat yang tadinya berpikir untuk biaya renovasi rumah saja susah, kami intervensi. Anak-anak yang tadinya mau ke sekolah saja harus melewati jalan yang rusak, jalannya kami perbaiki. Akses pendidikannya juga kami dekatkan dan kami gratiskan, termasuk akses kesehatan masyarakatnya,” ujarnya.
Gubernur Andra juga menekankan bahwa pembangunan yang dilakukannya harus memiliki dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan tepat sasaran. Jalan yang dibangun harus betul-betul bisa memudahkan aksesibilitas masyarakat antarkampung.
“Ini memudahkan warga yang mau ke pasar, anak-anak yang mau ke sekolah, dan berbagai aktivitas perekonomian lain. Sebab, pembangunan yang kami lakukan bukan mengejar seberapa banyak yang sudah dibangun, melainkan seberapa besar asas manfaatnya dirasakan oleh masyarakat Banten,” jelasnya.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Provinsi Banten, M. Rahmat Rugianto, menambahkan bahwa di Kelurahan Kemanisan terdapat 11 rumah berkategori tidak layak huni (RTLH) yang dibangun. Sementara itu, di Kelurahan Sukawana terdapat 9 rumah.
Selain itu, Pemprov Banten juga membangun prasarana, sarana, dan utilitas umum (PSU) serta drainase yang menghubungkan kedua wilayah tersebut. Fasilitas yang dibangun tersebut memiliki panjang sekitar 2,4 kilometer dengan dana yang bersumber dari APBD 2025.
Secara keseluruhan pada tahun 2025, Dinas PRKP telah melakukan pembangunan jalan lingkungan sepanjang 407,432 kilometer, drainase lingkungan 75 kilometer, 12 unit toilet umum, 10 unit posyandu, 22 unit gedung serbaguna, 3 unit masjid, dan 37 unit PJU.
“Realisasi kami pada tahun 2025 untuk peningkatan kawasan kumuh adalah sebanyak 389 unit RTLH, sama dengan target pada tahun 2026,” katanya.
Rahmat mengatakan bahwa secara keseluruhan, jika dilihat dari kesenjangan masyarakat di Provinsi Banten, angkanya masih cukup tinggi. Oleh karena itu, Rahmat berkomitmen, sesuai dengan arahan Gubernur Banten, untuk terus mengoptimalkan program yang langsung dirasakan oleh masyarakat ini melalui sinergi bersama DPRD Banten serta seluruh pemangku kepentingan.
“Usulan yang masuk sampai saat ini sudah mencapai sekitar 8.000. Kami akan melakukan verifikasi secara detail, termasuk kesesuaiannya dengan desil dan luas lahannya,” katanya.
Di tempat yang sama, Rasim (76), salah satu penerima bantuan, mengaku terbantu oleh program tersebut. Ia berharap pembangunan rumah layak huni dapat terus dilakukan secara merata bagi masyarakat lain.
“Saya merasa terbantu juga. Mudah-mudahan rumah yang lain terbangun juga, ya. Insyaallah, supaya merata,” ujarnya.
Sementara itu, Kurniawan (28), salah satu penerima bantuan RTLH, mengaku bersyukur atas bantuan yang diterimanya. Ia mengatakan bahwa rumah yang sebelumnya tidak layak huni kini sudah dapat ditempati dengan layak.
“Alhamdulillah, saya senang atas semua bantuannya. Rumah yang tadinya tidak layak huni, alhamdulillah sekarang sudah bisa dihuni dengan layak,” ujar Kurniawan. (Adv Adpim)


