Kota Tangerang,bantenpedia.id – Pemerintah Kota Tangerang telah memanfaatkan teknologi untuk memperkuat upaya percepatan penurunan stunting. Salah satu inovasi yang kini menjadi andalan adalah Aplikasi Sidata, sistem terintegrasi yang dikembangkan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tangerang untuk membantu Dinas Kesehatan memantau kondisi balita berisiko stunting secara cepat, akurat, dan real time.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, dr. Dini Anggraeni, mengatakan pemanfaatan teknologi menjadi salah satu kunci dalam mempercepat penanganan stunting. Melalui Aplikasi Sidata, informasi terkait kondisi balita dapat dipantau langsung oleh petugas kesehatan hingga pemangku kepentingan di tingkat wilayah.
“Yang menurut saya sangat membantu adalah peran kader posyandu yang didukung oleh teknologi melalui Aplikasi Sidata. Sistem ini sangat mudah digunakan dan kader sendiri yang melakukan input data ke dalam sistem,” papar dr. Dini, Jumat (19/6/26).
Ia menjelaskan, data yang dimasukkan kader posyandu kemudian terintegrasi dengan sistem Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM), sehingga menghasilkan data yang lebih cepat, valid, dan akurat.
“Nanti sistemnya diintegrasikan dengan aplikasi Sigizikesga milik Kementerian Kesehatan, sedang dalam proses oleh Dinas Kominfo. Dengan begitu data yang masuk menjadi lebih real, lebih cepat dan lebih valid. Harapannya tentu memudahkan kami dalam melakukan analisis dan mengambil langkah penanganan,” jelasnya.
Melalui sistem tersebut, petugas kesehatan dapat segera mengetahui apabila terdapat balita yang mengalami gizi kurang, gizi buruk, atau berisiko mengalami stunting. Informasi tersebut langsung menjadi dasar untuk melakukan intervensi di lapangan.
“Begitu ada data yang masuk, puskesmas bisa langsung melihat ada balita dengan gizi kurang. Siapa anaknya, tinggal di mana, semuanya bisa diketahui sehingga penanganan dapat segera dilakukan,” katanya.
Tak hanya petugas kesehatan, data tersebut juga dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak terkait, mulai dari kader posyandu, PKK, kelurahan, kecamatan hingga perangkat daerah lainnya yang terlibat dalam percepatan penurunan stunting.
Selain didukung teknologi, keberhasilan sistem ini juga tidak lepas dari peran aktif kader posyandu yang menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat. Para kader secara rutin melakukan pemantauan tumbuh kembang balita sekaligus menginput data hasil pemantauan ke dalam aplikasi.
Melalui pemanfaatan Aplikasi Sidata dan kolaborasi lintas sektor, Pemerintah Kota Tangerang optimistis dapat mempercepat penanganan kasus gizi kurang dan stunting sekaligus mempertahankan tren positif penurunan prevalensi stunting yang hingga Mei 2026 tercatat berada di angka 5,3 persen.(Fz)


