SERANG – Komisi III DPRD Kabupaten Serang terus mendorong pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta ekonomi kreatif (ekraf) melalui penguatan pembinaan, pendampingan, akses permodalan, dan perluasan pemasaran. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing pelaku usaha sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Serang, Supiyanto, mengatakan pemberdayaan UMKM perlu dilakukan secara berkelanjutan. Menurutnya, pelaku usaha tidak cukup hanya mendapatkan pelatihan, tetapi juga membutuhkan pendampingan agar mampu mengembangkan produk dan memperluas jangkauan pasar.
Setiap Desa Diharapkan Miliki Produk Unggulan
Supiyanto menyampaikan, Komisi III terus mendukung pemberdayaan UMKM dan ekonomi kreatif melalui penganggaran pada Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoumperindag) Kabupaten Serang.
“Kami dari Komisi III terus memberikan dukungan, terutama terkait penganggaran melalui Diskoumperindag,” ujarnya, Senin (26/10/2026).
Ia berharap setiap desa di Kabupaten Serang dapat memiliki minimal satu produk UMKM unggulan yang dikembangkan sesuai dengan potensi lokal. Keberadaan produk unggulan tersebut dinilai dapat membuka peluang usaha baru sekaligus meningkatkan nilai ekonomi sumber daya yang dimiliki masyarakat.
Untuk mewujudkannya, diperlukan pembinaan secara berkelanjutan, mulai dari peningkatan kualitas produk, pengemasan, hingga pengembangan strategi pemasaran yang sesuai dengan kebutuhan pasar.
Menurutnya, pendampingan juga perlu disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing pelaku usaha agar hasilnya lebih optimal.
Dorong Solusi Permodalan bagi Pelaku Usaha
Selain pembinaan, Supiyanto mengakui akses permodalan masih menjadi tantangan bagi sebagian pelaku UMKM. Karena itu, Komisi III mendorong keterlibatan badan usaha milik daerah (BUMD), yakni PT BPR Serang, untuk membantu menyediakan alternatif pembiayaan yang terjangkau.
“Permodalan masih menjadi tantangan bagi pelaku UMKM. Karena itu, kami mendorong PT BPR Serang untuk menyediakan pinjaman modal tanpa agunan dengan bunga yang relatif rendah,” katanya.
Ia menjelaskan, sejumlah pelaku UMKM berharap mendapatkan bantuan hibah modal usaha. Namun, dukungan tersebut belum dapat dipenuhi sehingga diperlukan alternatif pembiayaan yang dapat membantu pelaku usaha mengembangkan bisnisnya.
Supiyanto menegaskan, dukungan yang saat ini dapat diperjuangkan melalui penganggaran masih berfokus pada pelatihan, pendampingan, dan pembinaan.
“Pelaku UMKM berharap ada hibah. Untuk bantuan permodalan, mudah-mudahan ke depan bisa kami dorong. Saat ini, kami baru bisa mendorong anggaran pelatihan, pendampingan, dan pembinaan agar UMKM kita naik kelas,” tuturnya.
Perluasan Pemasaran Jadi Perhatian
Supiyanto mengatakan, keterbatasan fiskal daerah turut memengaruhi optimalisasi anggaran pemberdayaan UMKM dan ekonomi kreatif. Penurunan transfer dari pemerintah pusat juga berdampak terhadap ruang fiskal yang tersedia.
Meski demikian, Komisi III berharap alokasi anggaran untuk pembinaan dan pendampingan pelaku usaha dapat ditingkatkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2027.
“Mudah-mudahan dalam APBD 2027 kita bisa memberikan anggaran yang lebih besar untuk pembinaan dan pendampingan UMKM,” paparnya.
Ia juga mendorong organisasi perangkat daerah (OPD) terkait agar memperluas fasilitasi pemasaran produk UMKM dan ekraf. Upaya tersebut dinilai penting supaya peningkatan kualitas produk dapat diikuti dengan terbukanya akses terhadap pasar yang lebih luas.
Supiyanto menilai program inkubasi yang telah berjalan menunjukkan perkembangan positif, terutama dalam peningkatan kualitas produk yang dihasilkan para pelaku usaha.
“Sekarang sudah ada inkubasi bagi pelaku UMKM dan ekraf. Saya melihat kualitas produknya sudah bagus,” ungkapnya.
Melalui penguatan pembinaan, perluasan akses pembiayaan, serta dukungan pemasaran, Komisi III DPRD Kabupaten Serang berharap UMKM dan ekonomi kreatif semakin berkembang, memiliki daya saing, dan mampu menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. (Advertorial)


