Jakarta,
bantenpedia.id – Kontingen Indonesia menutup perjuangan di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dengan 5 medali emas, 11 perak, dan 23 perunggu. Lima emas Asian Games datang dari empat cabang olahraga, yakni bulu tangkis, angkat besi, panjat tebing, dan panahan.
Lima emas tersebut memiliki cerita spesial masing-masing. Ada penantian panjang yang akhirnya terjadi, rekor dunia, rekor Asian Games dan Asia, serta sejarah baru yang tercipta untuk Indonesia.
Medali emas pertama Indonesia dipersembahkan tim bulu tangkis putra pada nomor beregu putra. Jonatan Christie, Alwi Farhan, Moh Zaki Ubaidillah, Muhamad Yusuf, Fajar Alfian, Muhammad Shohibul Fikri, Leo Rolly Carnando, Daniel Marthin, Nikolaus Joaquin, dan Amri Syahnawi menjadi bagian dari skuad tersebut.
Pencapaian ini terasa spesial karena Indonesia akhirnya kembali meraih emas beregu putra Asian Games setelah menunggu selama 28 tahun.
Terakhir kali Indonesia meraih emas pada nomor ini adalah pada Asian Games 1998 di Bangkok. Setelah melewati sejumlah edisi Asian Games tanpa gelar, tim putra Indonesia kembali berdiri di podium tertinggi pada Aichi-Nagoya 2026.
Leo Rolly Carnando dan Daniel Marthin mempersembahkan emas kedua Indonesia dari cabang bulu tangkis melalui nomor ganda putra.
Pencapaian Leo/Daniel membuat bulu tangkis menjadi satu-satunya cabang olahraga yang menyumbangkan dua medali emas bagi Indonesia pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Dua emas tersebut juga menunjukkan konsistensi Indonesia di cabang bulu tangkis, setelah tim putra lebih dahulu mengamankan gelar beregu.
Dari angkat besi, Rahmat Erwin Abdullah menghadirkan pencapaian spesial dari cabang angkat besi. Turun di kelas 75 kg putra, Rahmat meraih emas dengan total angkatan 366 kg.
Catatan tersebut menjadi rekor dunia. Rahmat juga mencatat angkatan clean and jerk 206 kg.
Dengan demikian, emas Rahmat tidak hanya menambah koleksi medali Indonesia, tetapi juga menghadirkan catatan baru di level dunia dari panggung Asian Games.
Tak kalah membanggakan, Desak Made Rita Kusuma Dewi membawa emas dari nomor speed putri cabang panjat tebing.
Desak mencatat waktu 6,062 detik pada babak final. Torehan tersebut sekaligus menjadi rekor Asian Games dan rekor Asia.
Emas Desak di nomor speed menambah catatan prestasi panjat tebing Indonesia pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Sementara medali emas kelima Indonesia dipersembahkan Nurisa Dian Ashrifah dari nomor compound individual putri.
Nurisa mengalahkan wakil Filipina, Amaya Cojuangco, dengan skor 139-137 di final. Hasil tersebut membawa pencapaian bersejarah karena menjadi medali emas pertama Indonesia pada nomor individu cabang panahan di Asian Games.
Perjalanan Nurisa menuju podium juga menjadi bagian dari cerita tersebut. Ia mampu melewati persaingan sejak babak awal hingga akhirnya memastikan emas untuk Indonesia.(Red)


