Bandung, Bantenpedia.id – Menurutnya, tantangan terkait isu anak tidak bisa diselesaikan hanya oleh pemerintah, tetapi membutuhkan kolaborasi semua pihak.
“Saya ingin mengajak semua perusahaan di Kota Bandung, terutama BUMD, untuk sama-sama memikirkan bagaimana Kota Bandung ini bisa berkembang,” ujarnya usai Pelantikan Pengurus APSAI Kota Bandung Periode 2025-2030, di Pendopo Kota Bandung, Senin 24 November 2025.
Djulaiha mengungkapkan, langkah awal yang akan dilakukan APSAI bersama Pemerintah Kota Bandung adalah mengundang perusahaan besar maupun kecil untuk duduk bersama, membahas persoalan anak, serta mencari solusi bersama.
“Alhamdulillah tadi bersama Pak Sekda kita sepakat akan mengumpulkan perusahaan-perusahaan. Kita ingin mereka ikut memikirkan permasalahan yang ada dan mencari jalan keluarnya bersama. Masalah anak di Kota Bandung cukup kompleks, tidak mungkin hanya diselesaikan satu pihak saja,” tuturnya.
Ia menuturkan, dunia usaha, media, dan berbagai elemen lain harus ikut serta agar upaya perlindungan dan pemenuhan hak anak dapat berjalan maksimal.
Sementara itu, Ketua APSAI Provinsi Jawa Barat, Dewi Kulsum menyampaikan, berbagai program APSAI telah menyasar langsung kebutuhan anak di sekolah-sekolah. Salah satunya adalah bantuan kacamata untuk anak-anak yang mengalami gangguan penglihatan.
“Sekarang banyak anak yang minusnya sudah tinggi. Ada anak kelas 2 SD sudah minus 6, bahkan anak SMA ada yang minus sampai 12. Ini memprihatinkan, apalagi di era gadget dan pola makan anak yang kurang sehat,” ungkap Dewi.
Ia menjelaskan, program-program APSAI dijalankan secara sinergis dengan pemerintah sebagai bentuk kepedulian terhadap kesejahteraan anak di Kota Bandung dan Jawa Barat.
“Harapannya, dengan dikukuhkannya APSAI Kota Bandung, anak-anak bisa hidup lebih nyaman, sehat, dan bahagia di kota ini,” kata Dewi. (Red)


